Sambut Hari Konservasi Alam Nasional 2026, Rawantara Gelar Sekolah Lintas Alam di Sibolangit

Erupsi.com, Medan – Dalam rangka menyambut Hari Konservasi Alam Nasional 2026, Rawantara menghadirkan program pendidikan luar ruang bertajuk Sekolah Lintas Alam Rawantara (SLAR). Kegiatan ini rencananya akan berlangsung di Glenorchy Farm Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Minggu (9/8/2026).

Menurut Ketua Harian Rawantara, Zidan Syahira, program ini dirancang sebagai ruang belajar bagi anak-anak usia 5 hingga 12 tahun untuk mengenal, mencintai, dan menjaga lingkungan melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Kegiatan mengusung tema “Mengenal Alam Hari Ini, Menjaganya Sepanjang Hayat”.

“Berbeda dengan pembelajaran di ruang kelas, peserta akan diajak menyusuri jalur tracking sepanjang kurang lebih satu kilometer sambil mengenal ekosistem hutan, mempraktikkan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan melalui Clean Up Campaign, mengikuti permainan edukatif, hingga menuliskan pesan konservasi dalam kegiatan ‘Hutan untuk Masa Depan’,” ujar Zidan.

Ilustrasi sekolah lintas alam. (Erupsi)
Ilustrasi sekolah lintas alam. (Erupsi)

Pendidikan Lingkungan Melalui Sekolah Lintas Alam

Menurut Zidan, pendidikan lingkungan sebaiknya bermula sejak usia dini melalui pengalaman nyata. Misalnya melalui Sekolah Lintas Alam. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun karakter peduli, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Sekolah Lintas Alam ini, kata Zidan, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap semangat Hari Konservasi Alam Nasional yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam Indonesia.

“Melalui Sekolah Lintas Alam Rawantara, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kami percaya bahwa anak yang mengenal alam sejak dini akan tumbuh menjadi pribadi yang mencintai dan menjaganya sepanjang hayat. Konservasi bukan hanya tugas pemerintah atau pegiat lingkungan, tetapi merupakan budaya yang perlu ada sejak masa anak-anak,” ujarnya.

Selain menjadi kegiatan edukatif, SLAR juga menjadi gerakan yang menghubungkan anak-anak dengan alam di tengah meningkatnya waktu depan gawai. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, Rawantara ingin menumbuhkan generasi yang tidak hanya memahami pentingnya hutan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut melestarikannya.

Agar dapat merasakan pengalaman Sekolah Lintas Alam ini, Rawantara membuka pendaftaran dengan biaya Rp165.000 per peserta. Bagi para peminat dapat menghubungi nomor telepon atau WhatsApp +62895-3246-45187.

“Rawantara mengundang para orang tua untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada putra-putrinya melalui program ini. Kuota peserta terbatas guna menjaga kualitas pembelajaran, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung,” ujar Zidan.

Keterangan foto utama:

Ilustrasi Sekolah Lintas Alam (Erupsi)

Tinggalkan komentar